Sabtu, 14 November 2015

" Mencintaimu Lebih dari Separuh Nafsuku "



Saat ini aku merasa menjadi gadis yang bersalah,
Aku telah mencintaimu dengan lebih dari separuh nafsuku.
Dan bukan itu yang harusnya kulakukan, harusnya, aku mencintaimu dengan ikhlas.
Dengan kepasrahan pada Sang Illahi. Kepasrahan akan ketetapanNya.
Sedang yang saat ini kulakukan adalah aku mencintaimu dengan lebih dari separuh nafsuku.
Aku terlanjur berniat menghabiskan seluruh sisa hidupku bersamamu.
Aku terlanjur berniat selalu berada disampingmu, menemani di setiap langkahmu.
Aku terlanjur berniat menjadi kekasih halalmu dari saat itu tiba hingga untuk selamanya.
Aku terlanjur berniat untuk menjadi ibu dari darah dagingmu bersamaku,
Membawanya kemanapun dalam janinku selama sembilan bulan, melahirkannya, mengasuh, dan membesarkannya dengan sepenuhnya kasih sayang bersamamu.
Aku terlanjur berniat menjadi wanitamu. Wanita yang paling dekat denganmu setelah ibumu.
Hingga rambutmu dan rambutku berwarna dua. Hingga kita renta.
Inilah kesalahan besarku, inilah kebodohanku yang paling mengerikan.
Kini, aku merasa telah mendahului kodratku sebagai manusia, sebagai mahkluk kecil Ciptaan-Nya.
Aku merasa mendahului takdir Sang Kuasa.
Ampuni Aku Ya Allah.