Bukan...
Bukan aku tak percayaimu.
Aku begitu percaya padamu.
Tapi, aku yang tak sepenuhnya percaya pada diriku sendiri.
Muka kusam, tak ada aturan Lentik dan Lembutnya tingkahku.
Tak ada binar mataku Lagi yang dulu pernah buatkan pesona pada inginmu.
Aku terlalu takut buatmu lelah pada harapku.
Akupun terlalu takut buatmu lelah pada tiap pintaku,
Sedang aku yang masih tak dapat lelah temukan titik burukmu saat aku takut pada kejauhanmu.
Yang ku anggap itu benar benar mulai membuatmu kadang mengerikan bagiku.
Maff bila sekiranya aku tak bisa menjadi simbol terbaik. Apabila usahakupun serasa tak berasa kepadamu. Aku hanyalah aku. Aku yang benar benar tulus mencintaimu, dengan kebodohanku.
Dengan kekurang dewasaanku dalam menyikapi setiap hal dari dirimu.
Yang ku tau hanya kau yang aq mau.
Hanya kau yang ku pinta dalam tiap do'aku pada Yang Maha Punyai Cinta.
Aku yang tak biasa terlelap tanpa kabarmu.
Aku yang biasa menikmati lemah karna tiada kabarmu.
Aku yang tiap saat dihantui perasaan rindu padamu.
Bahkan benar benar tiada ungkapan tanpa rindu padamu.
Aku yang mulai kurang bersyukur atas adanya diriku, hingga ribuan pertanyaanpun berlalu lalang...
mengapa aku tak cantik,
mengapa aku tak indah,
mengapa aku tak molek
mengapa aku tak merdu
mengapa aku tak lembut
mengapa aku tak mancung
mengapa aku tak berseri
mengapa aku tak bersinar
mengapa aku tak cemerlang
mengapa aku tak membuatmu bangga pada kepemilikanku.
Lantas bila boleh ku ungkapkan secara dalam,,
aku hanya membutuhkanmu.
aku hanya menginginkanmu.
aku hanya ingin menemanimu.
aku hanya ingin disampingmu.
aku hanya ingin selalu berada dalam hangatnya pelukmu.
aku hanya memintamu pada Yang Maha Segala.
Catatan Miss Beransel
Jumat, 22 April 2016
Sabtu, 14 November 2015
" Mencintaimu Lebih dari Separuh Nafsuku "
Saat ini aku merasa menjadi gadis yang bersalah,
Aku telah mencintaimu dengan lebih dari separuh nafsuku.
Dan bukan itu yang harusnya kulakukan, harusnya, aku mencintaimu dengan ikhlas.
Dengan kepasrahan pada Sang Illahi. Kepasrahan akan ketetapanNya.
Sedang yang saat ini kulakukan adalah aku mencintaimu dengan lebih dari separuh nafsuku.
Aku terlanjur berniat menghabiskan seluruh sisa hidupku bersamamu.
Aku terlanjur berniat selalu berada disampingmu, menemani di setiap langkahmu.
Aku terlanjur berniat menjadi kekasih halalmu dari saat itu tiba hingga untuk selamanya.
Aku terlanjur berniat untuk menjadi ibu dari darah dagingmu bersamaku,
Membawanya kemanapun dalam janinku selama sembilan bulan, melahirkannya, mengasuh, dan membesarkannya dengan sepenuhnya kasih sayang bersamamu.
Aku terlanjur berniat menjadi wanitamu. Wanita yang paling dekat denganmu setelah ibumu.
Hingga rambutmu dan rambutku berwarna dua. Hingga kita renta.
Inilah kesalahan besarku, inilah kebodohanku yang paling mengerikan.
Kini, aku merasa telah mendahului kodratku sebagai manusia, sebagai mahkluk kecil Ciptaan-Nya.
Aku merasa mendahului takdir Sang Kuasa.
Ampuni Aku Ya Allah.
Selasa, 06 Januari 2015
Bersihkan duLu Hatimu
Aku takut jika perasaan yg kau beri ternyata tak sedalam apa
yg q bayangkan..
Aku begitu takut jika ternyata kau hanya menjadikan aq
sebagai tempat berlabuh sementara , sebagai pelampiasan rindumu..
Rindu yg benar2 tak ku ketahui kpada hati siapa sebenarnya
iya tertuju.
Aku semakin takut akan terjebak dalam perasaan yang aku sendiri
tak bisa mengendalikannya, menahannya dan memanfaatkannya..
Maaf aku terlalu takut untuk merasakan rasamu, aku tak ingin
ada rindu yang terluka,
Aku tak ingin ada sayang yang tak seharusnya ada dan
menengahi di antara kita..
Ya.. aku terlalu takut untuk mencintaimu, memilikimu,
mendampingimu…
Selasa, 07 Oktober 2014
Pengumpulan tawa kalian
Dalam
setiap langkah perjalanan hidup, aku berusaha untuk menyayangi siapapun mereka yang kutemui. Tak pernah aku membedakan perhatian yang kuberi untuk kaum adam ataupun keturunan sang hawa. Aku menganggap mereka adalah bagian besar dalam sejarah perjalanan-perjalanan panjangku. Mereka adalah keluarga berbeda darah yang entah saat ini ataupun nanti pasti akan ku nikmati kasihnya, perhatiannya.. Yang kuharap takkan pernah ada kata akhir untuk bagian ini. Tanpa sakit, tanpa luka, tanpa kecewa. Yang harapku hanya ingin untuk terus menyumbang dan mengumpulkan tawa-tawa riang agar selalu tercantum dalam hati dan senyuman. Jikapun harus ada setetes air mata, aku hanya akan membiarkan air mata bahagia yang mengalir di antara bola mata indah kalian ...
Teruntukmu Nurani,
Demi Dzat yang maha membolak balikan hati,
tak sedikitpun terlintas kau yang akan disisi,
menemani menyusuri ribuan mill jalan di depan nanti,
akankah kepadamu benar kan ku serahkan raga dan hati?
Kau nurani, cobalah tanyakan lagi
bisikan rindu yang memburu memangkah kan kemari?
Kau nurani, cobalah fikirkan lagi
selagi sang mimpi masih mungkin untuk kau hampiri..
tak sedikitpun terlintas kau yang akan disisi,
menemani menyusuri ribuan mill jalan di depan nanti,
akankah kepadamu benar kan ku serahkan raga dan hati?
Kau nurani, cobalah tanyakan lagi
bisikan rindu yang memburu memangkah kan kemari?
Kau nurani, cobalah fikirkan lagi
selagi sang mimpi masih mungkin untuk kau hampiri..
Rinjani,,, kita tak sedang bermimpikah kawan? #Perjalanan dari Surabaya
Hii para petualang!
Hii Para Pemberani! dan Hii para Penjemput impian!
Kenalan duLu yes, My name is Rosa, Rosalina Gneyno or U can
call me Oca. Dan atau yg Lebih beken dipanggil Onyeng, Miss Beransel Hihihii…. aku
tinggal dan berhabitat di Kediri alias The Tofu City, Jawa Timur. :p
Kali ini aku mau bercerita panjang bin lebar tentang
perjalanan yg baru saja aku lakukan dengan ketiga orang gila yg menemaniku.
Mereka bisa dibilang teman, saudara, sahabat, or whatever lah. ^_^ Mereka
adalah Djose Purnomo, Om Moralez Pilirobo, mereka berdua dari Surabaya, The
Hero City. Dan om Davinci Oktaviant dari Pasuruan. :D
Kami berempat telah bersepakat untuk berkelana ke Pulau seberang…
Pulo Cabe katanya… haha padahal kalu dipikir – pikir bentuk pulau itupun tak
ada mirip – miripnya dengan bentuk, “cabe dehh…!!” #sambiltepokjidat -_-‘
Oke lah, singkat cerita kami berempat ini ikut dalam satu
komunitas berlatar belakang Gunung yaitu I.P.G Jatim --> Ikatan Pendaki Gunung
Jawa Timur yang berpusat di Surabaya. Tapi entahlah kenapa bisa teracuni dan “kecemplung” di dalamnya.
Padahal aku ini bukan pendaki, aku hanya petualang. Hahaha #lebihkeren khann??
:p
Senin, 28 Juli 2014.
Tepat sebelum Adzan maghrib berkumandang di hari pertama
Lebaran 1435 Hijriyah ini barang – barang yang akan kubawa berkelana selesai ku
Packing. Makhlum, sekitar pukul empat sorean tadi aku baru pulang dari acara anjangsana ke
tempat nenek dan sebagian saudara –saudaraku. Hingga ternyata molor tak bisa ku
hindari untuk segera berangkat ke Surabaya.
“ Tunggu setelah Maghrib sekalian, nduk. “ saran ayah.
Ku pikir ada baiknya jika
sholat maghrib terlebih dahulu, dan menunda beberapa menit
keberangkatanku ke Surabaya, lagipula aku takut kena adzab kalau memaksakan
diri untuk berangkat saat maghrib masih berjalan.
Tepat setelah Maghrib itu kudirikan, akhirnya aku pamit pada
ayah dan adikku. Agak sesak rupanya ayah melepas kepergianku yang ku rasa amat
jauh ini. Maafkan anakmu yang nakal ini yah..
Berteman si Evo, kuda besi yang 2 tahun ini telah setia menemani
hari-hariku, dan si orange, keril yg belum lama ini menjadi sahabat baru dalam
perjalanan – perjalanan ku menembus tanjakan dan dinginnya dataran tinggi dari
negeri di balik awan. Ahh rasanya sudah tidak
sabar ingin segera meluncur berganti aliran waktu dan garis bujur……
Sekitar pukul 20.30 aku sampai di The Hero City, dan segera
ku hubungi 3 orang yang telah tersebut diatas. Xixixixi
Rupanya Si Poer, masih berada di Pulau halamannya, Madura..
hingga akhirnya aku ditemani oleh temanku anak surabaya, dan diajaknya ke Kebun
bibit untuk menunggu si Pur sampai di Surabaya karena kebetulan dia dan teman –
temannya sedang nongkrong disana. Panggil saja dia ini Om Dod, Dodik Dary Awan,
haha.
Malam semakin larut, Pur belum juga memastikan kedatangannya
di Surabaya, aku, om Moralez, dan om Davinci hanya bisa menunggu dan bertukar
kabar melalui chatting Whatsapp di hape kami masing-masing. Setidaknya inilah
cara kami agar lebih update Huuhhhfff….
Hingga pukul lewat tengah malam aq masih di kebun bibit
bersama Om dod dan teman-temannya yg setia itu. Ada Mas Furkon, Hilmi, dan dua
temannya Lagi yg aku bLum hafal. Lebih tepatnya sih gag ingat siapa namanya.
Hehheeheheh
Terakhir kabar dari Pur jam sebelasan tadi masih perjalanan,
tapi hingga sekarang posisinya masih di Madura, ternyataaaaa dia dari Madura
naik bus, bukannya naik motor,, huaaa….. mana ada bus dari madura ke surabaya
tengah malam??
Tiba – tiba chatt Om Moralez masuk, dia bilang dia tidak
akan jadi berangkat kalau Pur sampai di Surabaya esok pagi.
“Degg!!” pikiranku mulai kacau, rancu dan sesak.
Ya Alloh,,, taukah dia kalimat ini yang benar-benar tak
ingin ku dengar, apalagi ku baca? :’(
Akankah perjalananku tadi akan jadi sia –sia?
Bagaimana dengan ijin yang dengan susah payah ku minta dari
bapakku?
Bagaimana dengan pengajuan Libur kerja yang sudah ku
undur-undur dan berhasil menjadi Libur panjang?
Ohh rasanya ingin kuteriakan “Aku Harus Berangkat!!” dan
apapun yang akan menghadang, pasty bisa ku lawan! Aq yakin dan percaya!
Om Dod dan teman-temannya pun berusaha menghibur dan
menenangkanku. -_-
Karena sudah Lewat tengah malam, akhirnya omdod mengajakku
untuk istirahat dulu di rumahnya. Awalnya aku tidak mau, tapi karena
teman-temannya pun ikut dengan kami, akhirnya aq menurut juga, lumayan agar tubuhku
ini tidak kecapekkan, mengingat sebentar lagi aku akan melakukan perjalanan
lebih jauh dan panjang, tentunya harus dengan kondisi tubuh yg fit.
Selasa, 29 Juli 2014
Alhamdulillah… Sekitar pukul 02.22 Pur memberi kabar kalau
sebentar lagi dia akan sampai di Surabaya. Segera aku bergegas minta toLong
untuk diantar ke JMP menemui om Moralez dan Pur. Karena Omdod sudah tidur,
akhirnya aku diantar oleh Hilmi dan seorang temannya ke JMP.
Dan kurang lebih pukul 03.15 WIB aku, Pur, dan Om Moralez
meluncur menuju Pasuruan untuk menjemput Om Davinci.
Subuh menjelang, kami bertiga sampai di Rumah Om davi,
daerah Gempol, Pasuruan. Disana kami disambut baik oleh keluarga Om davi, masih
ingat sama senyum permata kecil Kakaknya om Davi, Aditya namanya.
:* Kamipun sempat sarapan disana dan
membawa sedikit ikan asin utk bekal. Hihihihihi….
Hingga sekitar pukul 06.00 WIB akhirnya…….. Perjalanan
Panjang itupun dimulaiii………..
And, it’s time to beginning from Km 40733.
Bismillah…
Senin, 06 Oktober 2014
Mencintaimu adalah mimpi paling menyakitkan
Ya Robbi,, jangan biarkan aku jatuh cinta pada sang bintang penghias langit, pada tatapan sinar mata itu,, yang melumpuhkan keteguhan rasa dalam nurani.
Memberi gejolak bathin yang takut untuk memimpikanmu lebih dalam dan mendalam lagi..
Mengapa harus Kau yang kupilih? mengapa harus Kau yang memberi cambuk pada hasrat ini?
Tak mungkin ku beranikan diri untuk memperdalam rasa yang lahir dalam sempitnya alur hidupku..
Mencintaimu adalah mimpi paling menyakitkan yang sedang q nikmati..
Memberi gejolak bathin yang takut untuk memimpikanmu lebih dalam dan mendalam lagi..
Mengapa harus Kau yang kupilih? mengapa harus Kau yang memberi cambuk pada hasrat ini?
Tak mungkin ku beranikan diri untuk memperdalam rasa yang lahir dalam sempitnya alur hidupku..
Mencintaimu adalah mimpi paling menyakitkan yang sedang q nikmati..
Langganan:
Komentar (Atom)

