Bukan...
Bukan aku tak percayaimu.
Aku begitu percaya padamu.
Tapi, aku yang tak sepenuhnya percaya pada diriku sendiri.
Muka kusam, tak ada aturan Lentik dan Lembutnya tingkahku.
Tak ada binar mataku Lagi yang dulu pernah buatkan pesona pada inginmu.
Aku terlalu takut buatmu lelah pada harapku.
Akupun terlalu takut buatmu lelah pada tiap pintaku,
Sedang aku yang masih tak dapat lelah temukan titik burukmu saat aku takut pada kejauhanmu.
Yang ku anggap itu benar benar mulai membuatmu kadang mengerikan bagiku.
Maff bila sekiranya aku tak bisa menjadi simbol terbaik. Apabila usahakupun serasa tak berasa kepadamu. Aku hanyalah aku. Aku yang benar benar tulus mencintaimu, dengan kebodohanku.
Dengan kekurang dewasaanku dalam menyikapi setiap hal dari dirimu.
Yang ku tau hanya kau yang aq mau.
Hanya kau yang ku pinta dalam tiap do'aku pada Yang Maha Punyai Cinta.
Aku yang tak biasa terlelap tanpa kabarmu.
Aku yang biasa menikmati lemah karna tiada kabarmu.
Aku yang tiap saat dihantui perasaan rindu padamu.
Bahkan benar benar tiada ungkapan tanpa rindu padamu.
Aku yang mulai kurang bersyukur atas adanya diriku, hingga ribuan pertanyaanpun berlalu lalang...
mengapa aku tak cantik,
mengapa aku tak indah,
mengapa aku tak molek
mengapa aku tak merdu
mengapa aku tak lembut
mengapa aku tak mancung
mengapa aku tak berseri
mengapa aku tak bersinar
mengapa aku tak cemerlang
mengapa aku tak membuatmu bangga pada kepemilikanku.
Lantas bila boleh ku ungkapkan secara dalam,,
aku hanya membutuhkanmu.
aku hanya menginginkanmu.
aku hanya ingin menemanimu.
aku hanya ingin disampingmu.
aku hanya ingin selalu berada dalam hangatnya pelukmu.
aku hanya memintamu pada Yang Maha Segala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar